seputar asian games

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berupaya mengembalikan kok ke arah Ng Ka Long Angus (Hongkong) pada babak pertama Japan Open 2018 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Selasa (11/9/2018).

Anthony Gagal Lewati Adangan Pemain Nomor Satu Dunia


Satu lagi wakil Indonesia tersingkir pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Japan Open. Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting gagal melewati hadangan pemain nomor satu dunia, Viktor Axelsen. Dalam pertandingan babak perempat final berdurasi 58 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Jumat (14/9/2018), Anthony kalah dua gim dengan skor 17-21, 15-21. Hasil ini menjadi pembalasan Axelsen yang kalah pada pertemuan pertama mereka dalam penyisihan grup Piala Sudirman 2017. Pada babak semifinal, Axelsen akan bertemu unggulan ketiga dari Jepang, Kento Momota. Pemain kidal ini lolos setelah menyingkirkan mantan pemain nomor satu dunia asal China, Lin Dan, dengan straight game 21-8, 21-10. Dengan demikian, pupuslah harapan Indonesia meraih gelar dari sektor tunggal putra. Secara keseluruhan, sudah tiga wakil dari Tanah Air yang gagal melanjutkan kiprahnya karena selain Anthony, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga kandas. Baru Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang lolos ke semifinal. Unggulan utama berstatus juara bertahan ini lolos setelah menang rubber game 21-10, 17-21, 21-14 atas pasangan Belanda, Jelle Maas/Robin Tabeling. Masih ada satu wakil Indonesia yang bertanding hari ini. Ganda putri terbaik, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bertemu duo Stoeva dari Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stafani Stoeva.


Anthony Sinisuka Ginting memulai kiprahnya dalam turnamen bulu tangkis China Open 2018 dengan cukup baik. Dia berhasil menumbangkan Lin Dan dalam duel babak pertama di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Jiangsu, China, Selasa (18/9/2018). Di depan publik tuan rumah, Anthony, yang juga mengidolakan Lin Dan selain Taufik Hidayat, menang rubber game dengan skor 22-24, 21-5, 21-19. Selanjutnya, dia akan menantang unggulan utama dari Denmark, Viktor Axelsen, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.
Pada gim ketiga, Anthony sudah unggul jauh dengan skor 16-10. Dia sempat membuang banyak kesalahan sehingga Lin Dan bangkit dan bisa membuat skor menjadi imbang 18-18, bahkan balik memimpin 19-18, sebelum Anthony bisa bangkit lagi dan menang. "Saat krusial itu, saya berusaha untuk main net lagi, seperti yang saya lakukan sebelumnya dan memberi saya banyak poin. Waktu kehilangan banyak angka pada kedudukan 16-10, Lin Dan memaksa saya untuk mengarahkan bola ke atas dan pengembalian saya seringkali out," beber Anthony dikutip dari Badmintonindonesia.org. "Waktu unggul jauh itu memang ada rasa tegang juga, tapi saya mencoba untuk benar-benar fokus lagi. Saat saya tahu posisi dia tidak enak, langsung saya cepatkan temponya," imbuh Anthony. Anthony sudah mengantisipasi pertandingan akan berjalan alot. Lin Dan bermain di depan publiknya sendiri. "Pada gim pertama saya lihat dia sudah fokus dan mainnya ngotot. Walaupun saya jungkir balik mempercepat permainan, tetap saja dia paksa untuk ambil bola. Beda dengan gim kedua dan ketiga," ujarnya. Anthony berharap bisa tampil kian stabil pasca mencatat hasil baik dalam Asian Games 2018 di mana dia meraih medali perunggu. Dia mengaku mendapat banyak pelajaran dari pesta olahraga terbesar antarnegara Asia tersebut.

Kasih Semangat Terus Buat Anthony Ginting
https://www.youtube.com/watch?v=F7G-rBccTVQ
https://www.youtube.com/watch?v=UoqsMSKZ4_8
https://www.youtube.com/watch?v=Ux0wZgFtRz4


Komentar

  1. semangat terus kak anthony ginting terimakasih telah mengharumkan nama bangsa

    BalasHapus

Posting Komentar